-->

Salah Input C1, KPU Curang?


SALAH INPUT C1, KPU CURANG ???

Di beberapa timeline facebook, atau group WA, ada beberapa teman yang memposting mengenai kesalahan input data formulir C1 ke website KPU, dan membuat narasi - sebagian bertanya - mengenai kemungkinan KPU melakukan kecurangan. Mereka melengkapi postingan dengan screen shot hasil input KPU dan foto formulir  C1 dari Kelurahan Bidara Cina Jakarta Timur.

Suara 01 di C1 47 berubah jadi 180
Suara 02 di C1 162 berubah jadi 56
Suara tidak sah di C1 3
Total suara di C1 212 berubah jadi 239

Bagaimana menyikapi salah input data C1 ke dalam SITUNG KPU ???. Berikut ini saya copas-kan tulisan Pak Muhammad Jawy untuk sama-sama kita pahami.

#Pertama; perlu kita ketahui bersama bahwa data suara di server KPU tidak berkekuatan hukum. Ia hanyalah alat bantu untuk memudahkan masyarakat mengecek kesesuaian data di TPS (C1). Yang berkekuatan hukum adalah rekapitulasi manual berjenjang formulir C1, dari level TPS hingga pusat; dalam bentuk dokumen kertas yang ditanda-tangani oleh Penyelenggara Pemilu, Pengawas, Saksi, baik di level TPS, Desa / Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, Pusat. Semua tingkatkan itu harus ada dokumen kertas yang ditanda-tangani oleh pihak yang terkait.

#Kedua; jadi bisa dong KPU salah input data ???. Tentu saja bisa, karena yang memasukkan adalah operator SITUNG yang notebene manusia, yang bisa salah memasukkan baik sengaja atau tidak sengaja. Kesalahan input data ke dalam server KPU tidak berpengaruh terhadap hasil resmi KPU, karena data yang akan dipakai resmi adalah data rekapan manual / kertas yang ditandatangani.

#Ketiga; kalau terbukti datanya salah, lalu bagaimana ???. Laporkan ke KPU setempat, minta diperbaiki. Meskipun tidak berkekuatan hukum, tentu hal ini kewajiban KPU untuk menjaga marwahnya dengan tidak membiarkan data salah di server KPU sedikitpun. Kalau ada oknum yang sengaja menyalahi data C1 dari KPPS tentu saja harus diberikan sanksi keras. Yang tidak sengaja pun harus ditegur keras, karena seolah tidak menghargai jerih KPPS, Panwas dan tentunya masyarakat.

#Keempat; silahkan bergabung ke KawalPemilu.org jika tertarik ingin mengawal lebih lanjut suara rakyat ini, karena di sana semua data dipasang secara transparan berdasar formulir C1. Dengan demikian, jika ada kesalahan input di KPU maupun di KawalPemilu.org sendiri, bisa segera diketahui dan ditindak-lanjuti.

#Kelima; adanya kesalahan bukan berarti selalu kecurangan, apalagi terstruktur, sistematis, dan massif. Jangan mudah berprasangka tanpa ada bukti kuat, jangan mudah melakukan generalisasi.

Jadi, bagi pihak yang merasa dirugikan, karena ketidak-akuratan data, tinggal laporkan saja ke Bawaslu atau KPU. Informasi SITUNG KPU ini hanya untuk memberi informasi awal ke publik.

Yang berlaku untuk penentuan pemenang Pemilu tetap rekapitulasi data C1 plano asli yang direkap secara MANUAL & AGREGAT / BERJENJANG dari TPS di desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga di pusat.

Aturan mainnya; setiap TPS ada saksi dari kedua kubu. Semua diminta tanda-tangan dan siap menjadi saksi bila diminta. Seperti tahun 2014, bila terjadi sengketa hingga MK, maka saat sidang, para saksi - termasuk yang mengaku dari Papua - diminta datang. Di sana, data-data itu akan diperiksa, para saksi ditanya, dan akhirnya, mana yang jujur atau berbohong, sama-sama bisa kita lihat dengan jelas dan nyata.

Berikut ini saya lampiran screenshot, gambar yang diduga input C1 salah di TPS 093 Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Kata teman di KPU, saat ini masih dalam proses input, belum di verifikasi, nanti ada tahapnya sendiri buat verifikasi. Ingat ada  813.350 TPS yang perlu diinput dan diverifikasi. Sabar ya...

Pesan moral :

Untuk merayakan kemenangan, kita bisa menggunakan 2 metode, yaitu metode hisab (quick count) dan rukyatul hilal (real count).

Tapi untuk penetapan resmi, kita musti menunggu "sidang isbat" dari KPU. Jadi, tidak perlu takbiran dulu ya... soalnya THR juga belum dibagi, lebaran masih 1,5 bulan lagi...

Satu hal lagi; bijak-bijaklah dalam menerima informasi. Jangan asal nuduh, ngeshare informasi dan menjustifikasi pihak-pihak tertentu, tanpa kita mengetahui dan mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut, karena CERDAS ADA BATASNYA, DUNGU TIDAK ADA BATASNYA...

#salamakalsehat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Salah Input C1, KPU Curang? "

Post a Comment

SILAHKAN KOMENTAR

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel