-->

Apakah Nahwu Sorof Tidak penting?


Nahwu-Shorof:
Kenapa musti ribet2 belajar nahwu-shorof sampai dihafalkan, dimutholaah, disetorkan ke gurunya, ditashehkan, diijazahkan?
Agar bisa membedakan makna "dholan" antara sesat dan kluyuran.
Bagi kalangan pemula yg belum mengenal abu zayd, arkoun, amina wadud atau bahkan schleiermacher, dilthey dan gadamer cukuplah belajar nahwu-shorof karena dg menuntaskan dua bidang tsb akan meredam kesesatan berlogika bahasa. Peran Nahwu-shorof sebagai epistemologi kebenaran adalah mengupas detil makna baik yg tampak maupun tersembunyi, sehingga menghadirkan sebuah pemahaman yg bisa diuji secara logis dan ilmiah. Dg itu, keilmuan ini (nahwu-shorof) dijadikan prasyarat mutlak oleh jumhur ulama' ahli tafsir bagi siapa saja yg mempelajari dan menafsirkan al-qur'an. Sehingga belajar dari terjemahan belumlah cukup untuk menjadi dasar reflektif menafsirkan pesan Tuhan.
Dan perlu diketahui Amtsilah Tasrifiyah KH Ma'sum Ali Seblak adalah ilmu shorof Nusantara yg bisa dijadikan refrensi untuk menjawab asal kata dan makna dholan di waktu dhuha.
#karipan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Apakah Nahwu Sorof Tidak penting?"

Post a Comment

SILAHKAN KOMENTAR

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel