-->

Hikmah ke Satu; Sikap orang Arif Ketika Khilaf, Ulasan Syekh Sarqawi

“di antara tanda sikap mengandalkan ama ialah bekurangnya harap kepada Allah tatkala khilaf."

Ulasan Syekh Abdullah asy-Syarqawi
Amal yang dimaksud di sini ialah amal ibadah, seperti shalat dan zikir. Ada dua kelompok orang yang mengandalkan amal mereka atau menggantungkan keselamatan diri mereka pada amal ibadah (bukan pada Allah secara murni).

Mereka itu adalah para abid (orang yang tekun beribadah) dan para murid (orang yang menghendaki kedektana dengan Allah).

Golongan pertama menganggap amal ibadah sebagai satu-satunya sarana untuk meraih surga dan menghindari siksa Allah,

Sementara itu, golongan kedua menganggap amal ibadah sebagai satu-satunya cara yang bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah, menyingkap tirai penghalang hati, membersihkan keadaan batain, mendalami hakikat ilahiah (muksyafah), mengetahui berbagai rahasia ketuhanan lainnya.
Kedua golongan itu sama-sama tercela, karena tindakan dan keinginan mereka itu terlahir dari dorongan nafsu dan sikap percaya diri berlebih. Mereka menganggap amal ibadah sebagai perbuatan diri mereka sendiri dan yakin bahwa amal ibadah itu pasti akan membuahkan hasil yang mereka inginkan.

Berbeda halnya dengan orang-orang yang mengenal Tuhan dengan baik (‘arif). Mereka tidak bergantung sedikit pun pada amal ibadah yang mereke lakukan. Menurut mereka, pelaku hakiki dari semua ibadah itu ialah Allah swt. Semata, sedangkan mereka hanyalah objek penampakan dari semua tindakan dan ketentuan Allah swt.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hikmah ke Satu; Sikap orang Arif Ketika Khilaf, Ulasan Syekh Sarqawi "

Post a Comment

SILAHKAN KOMENTAR

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel