-->

Studia Islamika, Jurnal UIN Jakarta yang menjadi Perhatian Kampus-kampus Dunia

Jakarta, Faquha.com - Penerbitan Jurnal Studia Islamika telah memasuki usianya yang ke-20 tahun sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1994. Sebuah konsistensi yang sangat jarang dicapai terbitan-terbitan ilmiah akademik di Tanah Air, terlebih perguruan-perguruan tinggi Islam.

Jurnal yang beroleh akredetasi A ini mengkhususkan kajian Islam Asia Tenggara dari aspek teologi, antropologi, sosiologi, sejarah, psikologi, politik, ekonomi, dan budaya serta pendidikan. Beberapa karya penelitian sarjana peneliti seperti Martin van Bruinessen, Karel Steenbrink, Rober W. Hefner sering dimuat dalam jurnal yang ber-tag line “Indonesia Journal for Islamic Studies”

Studia Islamika berangkat dari kekosongan referensi tentang Islam di Asia Tenggara. Ini kontras dengan keberadaan Islam di kawasan ini yang sangat kaya dengan warisan (legacy) dalam berbagi aspek kehidupan masyarakatnya. Mulai dari soal keagamaan, jejaring intelektual, dan kelembagaan (pendidikan, dakwah, dan filantropi), tradisi sosial budaya politik dan ekonomi.  Ini menjadikan Islam di kawasan ini lebih distingtif dibanding Islam di wilayah lain.

Warisan ini mulai terbentuk saat Islam datang dan menyebar  sejak akhir abad ke-12 M dan awal abad ke -13 M, sebelum kemudian menemukan momentum menjelang hadirnya beberapa kekuatan kolonial Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris di abad ke-16 M.

Pembentukannya banyak diwarnai sifat penyebaran Islam yang damai, akomodatif dengan tradisi sosial-budaya lokal, terus berangsur-angsur dalam abad-abad selanjutnya sampai sekarang. Ini pada gilirannya, hal ini mendorong munculnya wajah Islam Indonesia (Asia tenggara) yang moderat sehingga memberikan iklim kondusif bagi pembangunan, modernisasi, dan demokrasi di kawasan ini.

Pada akhirnya, fenomena Islam dan masyarakatnya menjadi narasi besar yang menarik perhatian banyak sarjana-peneliti universitas dunia untuk datang dan menelitinya. Penelitian yang mereka lakukan menghasilkan puluhan bahkan ratusan karya akademik mulai dari penelitian untuk tesis disertasi hingga penerbitan buku-buku tentang Islam di Asia Tenggara. Sayang, kekayaan yang melimpah ini luput dari perhatian mayoritas sarjana Muslim Indonesia (Asia Tenggara) sendiri.

Menjadi Langganan Kampus-kampus di Luar Negeri

Sebagai junal international, Studia Islamika telah dilanggan sejumlah perpustakaan universitas dan lembaga terkemuka di dunia. Hal tersebut dapat dimengerti, karena Studia Islamika memiliki tingkat pengutipan (citation index) relatif tinggi.

Prof. Oman dalam kunjungannya ke berbagai perpustakaan di beberapa universitas Amerika, Eropa, dan Asia, dia selalu menemukan studia Islamika terpajang dirak-rak perpustakaan kampus-kampus besar dunia tersebut.

“Banyak kampus dan lembaga riset di Amerika, Eropa dan Asia, yang berlangganan Studia Islamika. Ongkos kirimnya pun mereka membayar, papar Oman yang juga editor Studia Islamika”

Prof. Oman menuturkan, Studia islamika mampu menarik pembaca dari dunia, karena dikelola secara profesional. Mereka yang terlibat di dapur redaksi  merupakan orang-orang berintegritas dan mumpuni di bidangnya masing-masing. Karena itu, penerbitan artikel di Studia Islamika terbilang tidak sembarangan. Satu artikel masuk yangdikirim oleh peneliti harus mendapat banyak review secara mendatil dan mendalam.

Artikel Melalui Sejumlah Syarat dan Panyaringan yang Ketat

Selain harus dibaca oleh tim rivewier, aritikel-artikel yang dikirimkan ke dapur redaksi harus dibaca dengan detil, baik bahasa, ejaan, isi, maupun gaya bahasanya oleh tim redaksi. Kalau tidak sesuai dengan standar, kita tolak, tegas Oman

Demikian pula soal rasa dan gaya bahasa penulisan artikel. Untuk masalah yang satu ini, studia islamika harus “menyewa penutur asli (native speaker) bahasa asing. “untuk editing bahasa Inggris, kita mesti pakai orang asing dan itu butuh waktu yang cukup lama. Untuk editing bahasa Arab, ktia pakai alumni Timur tengah yang ahli. Papar dia


Lantaran bereputasi kelas dunia, sejumlah jurnal lain yang terbit d lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIS) menjadikan Studia islamika sebagai model. Tak sedikit para pengelola jurnal di PTAIS itu belajar tentang Sttudia Islamika dan tidak sedikit pula para sarjana dan peneliti beraharap artikelnya bisa dterima. (Edin/Jurnal Wisuda 94)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Studia Islamika, Jurnal UIN Jakarta yang menjadi Perhatian Kampus-kampus Dunia"

Post a Comment

SILAHKAN KOMENTAR

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel