Selasa, 10 Juli 2012

TASAWUF dan FILSAFAT

Bahasa Arab : 
Huruf Ta’ artinya : perintah/ajakan
Sauf : di ambil dari kata “Saufatak lamuun….dst (Surat Jumu’ah)
yang artinya ilmu/yakin/pandangan/observasi/penelitian/penjabaran/pendidikan, dll.

Orang Tasawuf akan akan menghasilkan suatu faham / aliran / ideologi yang didasarkan pada ilmu / penjabaran / penelitian/ dll dari individu2 dalam menafsirkannya.

Beda dengan orang filsafat. Kalau kita mengajarkan ilmu filsafat yang bersumber dari al Qur’an, bukan ilmu tasawuf karena nantinya akan berbahaya dan melahirkan suatu aliran / paham / isme yang nantinya akan memecah umat Islam (yang mau selamat / Aslama) itu sendiri secara keseluruhan dikarenakan masing-masing golongan akan bangga dengan golongannya / pahamnya / alirannya.

Dasar Filsafat
Arabnya di ambil dari kata : Fi ’il :ARTINYA KATA KERJA / PRINSIP
dan Saufatak lamuun…dst. : ARTINYA : PANDANGAN, DSB.
Yunaninya : Philos dan Sophia…cinta kebenaran

Jadi kalau Filsafat jaadinya akan menghasilkan “PRINSIP” dimana semuanya akan sama pada semua level kehidupan atau kata lainnya sama dengan nol / netral / balance.
Kalau Tasawuf justru orangnya sendirilah yang akan memisahkan diri secara otomatis dalam bermasyarakat.

“ Tasawuf” bahasanya itu halus-halus dan tertata rapi, enak dibaca buat pendengarnya.
“ Filasafat “ bahasanya itu kasar . (Hal ini dibuktikan dengan keterangan dalam al Qur’an pada pertengahan surat Al-Kahfi yang bunyinya :
“ Walyattalatthof, Walaa Yush Ironna Bikum ‘Ahada “ 

Maksunya kalau kita sudah dapat pelajaran filsafat itu harus diam dan laksanakan/”Do It” atau ”Sholat”, karena urusan ibadah itu sifatnya nafsi-nafsi/ individu.

“Barang siapa yang tahu akan dirinya maka kelak dia akan mengetahui siapa Tuhannya”
Di Al Aqur’an juga disebutkan berkali-kali bahwa besok itu tiada syafaat/pertolongan, yang bapak tidak bisa menolong anaknya begitu juga sebaliknya, alias nafsi-nafsi / sendiri-sendiri. 

Allah tidak butuh amalan kita, tetapi kita-lah yang butuh amal itu untuk bekal kelak di alam “Barzah” atau alam kegelapan, dimana di gambarkan dalam al Qur’an gelapnya sampai tembus ke dalam hati manusia.

Tetapi yang perlu digarisbawahi bahwa mereka walaupun sudah mati alamnya masih disekitaran dunia, cuma ditutup oleh tabir / hijab oleh Allah antara yang hidup dan yang mati.

Kembali keterangan di atas tadi maka kita akan ambil contoh penjabarannya :
a. Filsafat : contoh, begini caranya bikin minuman kopi,….bla…bla…lalu minum dan selesai.
b. Tasawuf : contoh, “bagaimana caranya bikin kopi ?..”Tasawuf yang menjabarkan.
c. Filsafat : “MELAKSANAKAN DULU”
d. Tasawuf : “ HANYA SEBUAH PENJABARAN SAJA, TIDAK LEBIH”

“GAMBARANNYA ORANG TASAWUF DAN FILSAFAT ITU IBARAT ADA MINYAK DAN AIR’”….sungguh bertolak belakang.

Orang luar melihat “KITA / Filsafat” disebut “TAHAFUD” atau “RANCU / MEMBINGUNGKAN “

Sedangkan kita melihat orang luar (diluar filsafat) di sebut “Ta’awwuf” atau “Mengikuti” saja. Mengapa ?

Jawabannya : karena kita sudah tahu dan melaksanakan apa yang mereka sama sekali belum tahu, apalagi sebatas ucapan / syari’at / hukum.

Orang Filsafat :

TAHU –> MELAKSANAKAN –> JALANNYA ->HUKUM
Dari Ghoib ->Hakekat -> Tarekat -> Syari’at (aplikasi/ahkam).

Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa asal muasal timbulnya Tasawuf itu berangkat dari sejarahnya nabi Musa dengan tongkatnya yang akhirnya menghasilkan 12 mata air, dimana dengan mata air tersebut tiap-tiap kaum dapat memenuhi kebutuhannya dan mereka dilarang untuk mengambil mata air yang lain.

Pertanyaanya (TASAWUF ) :
A. Mengapa Batu di pukul lalu keluar 12 mata air ? seberapa besar batu yang dipukul tadi ??? dan banyak pertanyaan lainnya…..
B. Kenapa tiap-tiap kaum kok hanya boleh minum yang sudah didapat pada sukunya, kok tidak boleh menyeberang / ambil mata air lainnya ??

Pertanyaan ( FILSAFAT ) :
A. Kalau batu dipukul bagaimanapun ya tetap batu, tidak akan keluar air , dst.
B. Jika dipecah jadi air ?? maksudnya keluar 12 unsur kandungan batu itu (logam) yang masih berupa cairan / air, dan setelah dipilah-pilah barulah menjadi “MARJAN” atau manfaat, seperti keluar Au (emas) dlsb yang cukup menghidupi keluarganya.

Penjelasan INTI-nya sebagai berikut :
“SESUNGGUHNYA DI DUNIA ITU ADA 12 UNSUR MATA AIR KEHIDUPAN , 8 DI DUNIA DAN 4 LAGI DI AKHERAT”.

Urutannya sbb :
1. Air Sungai
2. Air Hujan
3. Air Laut
4. Air Masjid
5. Air Zam-zam
6. Air Sumber
7. Air Labu / Kelapa
8. Air Nutfah / larangan

Keterangan :

1. AIR SUNGAI.

Ingatlah cerita tentang Nabi Musa, dimana sewaktu kecil beliau dihanyutkan ke sungai, diambil permainsuri raja, dst…. 
Dimana air mengalir akan selalu membuat kesuburan, jika dilawan anda akan tenggelam/banjir.
Bilmaksud : “Dimana kamu melangkah / berada ciptakanlah suasana senang”

Contoh : Kalau kemana saja buatlah senang orang…..hasil akhirnya dikasih hadiah, dst
Akan di timang-timang orang / dijadikan anak emas, dlsb.

2. AIR HUJAN.

Dalam Al Qur’an air hujan sebagai obat penawar rasa was-was / syetan, jatuh dari langit, dimana kaya, miskin, tua muda, punya rumah atau tidak akan ditimpa hujansemuanya.

Bilmaksud : “Dimana saja kamu melangkah, ciptakanlah “TENANG”, maksudnya tenang “Pikirannya”, tenang “Hatinya”, dst, janganlah membuat “BARA”.
Bilamana itu dicapai …..maka hasilnya adalah Bumi yang tadinya kering laksana bara api nan tandus lambat laun mulai “SUBUR”. Lalu kita akan segera menuai hasilnya…

3. AIR SEGORO / BAHR / LAUT.

Dalam Al Qur’an banyak cerita yang menjelaskan tentang manfaat lair laut dan keterangannya seperti membawa barang-barang, saudagar dalam kondisi yang tak menentu, tetapi begitu merapat ke pantai / daratan sama melupakannya.

Bilmaksud : Kemana saja kamu berada buatlah hatimu “laksana LAUTAN” biar dilupakan orangpun gak ada artinya, apapun yang terjadi lama-kelamaan akan hilang juga.
“PIKIRAN, HATI, IKHLAS-kan” : luaskan seperti luasnya lautan / samudra yang tak bertepi..

Hasilnya : 
Akan tercapai segala tujuan, dengan syarat banyaklah berdzikir / berusaha, dll.

4. AIR MASJID

Artinya : “wudlu’ / sucikan diri kita, yang dimulai dari tangan kita, muka, telinga dan kaki”

Bilmaksud : Air Wudlu’ menghilangkan “NAJIS” supaya langkahnya benar.
1. Jangan kita mencuri
2. Jangan malu (muka) bila kita benar.
3. Jangan mendengarkan gunjingan orang,
4. Jangan melangkah ke tempat maksiat, dlsb.

NAJIS ada 2 macam :
A. Najis Dhohir (nampak) : mencuri, zinah, dll
B. Najis Batin : Mabuk / Hilang keseimbangan / gila (dalam ilmu psikologi ada 41 macam gila/gangguan jiwa seperti : gila anak, pangkat/kedudukan, harta, istri, dll.

Dalam Al Qur’an disebutkan “Janganlah kita sholatnya seperti orang yg sholatnya di TEPIAN alias Hilang Keseimbangan / gangguan jiwa / gila.

5. AIR ZAM-ZAM.

Artinya : Berkumpul (Arab). Ingatlah Zam-zam sebagai rujukan orang Isalm seluruh dunia untuk datang meminumnya atau sekedar untuk “ ber-Wudlu”.
Jadi dimana saja kamu berada harus pandai-pandailah bergaul.

Bilmaksud : -- “HASIL”

Kalau kita kumpul orang ber-Ilmu, pasti hasilnya kita kecipratan / tertular ilmunya
Kalau kita kumpul orang-orang yang bekerja maka kita akan menghasilkan / punya “UANG”.

Contoh Zam-zam dalam al Qur’an diriwayatkan oleh Nabi Ismail, 
Artinya : Disaat orang-orang bingung mencari untuk diri yang lain, padahal kita dapatkan dari diri sendiri.

Bilmaksud : Utamakanlah mencari untuk “DIRI”-nya sendiri. Dan itu lebih baik menurut Allah.

6. AIR SUMBER.

Contohnya : Nabi Ayyub--di dera sakit yang berkepanjangan / sakit terus sehingga satu persatu keluarganya pisah, dst…lalu dikembalikan jadi sehat dan semua keluarganya kembali.

Bilmaksud : Jika kita tidak punya kerjaan maka anak, istri, orang tua itu ibarat “ULAT” yang dengan sumpah serapahnya / banyak ulat untuk menggerogoti / merongrong kita.dan menjauh.
TETAPI, begitu kita ada Sumber maka mereka sama mendekat semua..

7. AIR LABU / KELAPA.

Ini merupakan kisahnya Nabi Yunus.
Berdakwah, mengeluh… maka kahirnya dimakan ikan, begitu dalam ikanpun sang ikan membuangnya ketepi pantai sampai akhirnya Yunus mengharap belas kasih Allah melalui Buah Labu. Ditunggu dari biji, menjulur daun, bunga sampai akhirnya jadi buah labu yang besar ( ADA PROSES) dan dimakan “MANIS”.

Bilmaksud : “Janganlah kita lari dari kenyataan / Tanggung jawab”.

Maksudnya seperti kisah buah semangka / labu…..Tidak ada suara / koar-koar, perlahan-lahan menjalar – lalu berbunga- kemudian jadi buah – dipanen, dan disukai orang karena rasanya manis.

Bahasa jawanya : “ SEPI ING PAMRIH, RAME ING GAWE “

Al Qur’annya : 

“Seperti Pohon yang tinggi dan rindang, akarnya menembus bumi, dan buahnya lebat nan rendah sehingga mudah untuk digapai / jadi cobaan setiap orang untuk mengambil buahnya”

Kata orang jawa 7 macam air di atas dis sebut “ SIRAMAN”

Kalau sudah dapat melaksanakan yang 7 macam air tadi barulah kita akan mendapatkan air ke – 8 yang disebut “ AIR NUTFAH / Air Larangan”

Air Nutfah ini keluar / terjadi jika kita melaksankan / keluar kan 7 air yang lainnya dengan syarat kita harus kawin dan penuhi syarat-syaratnya :
1. Suka sama suka.
2. Ada Mahar
3. Ada Ijab dan Qobul
4. Ada Saksi.

Jadi jika ingin memulai sesuatu usaha, cocok tanam, keturunan, buka toko, dll maka ucapkankan :
“MASYA ALLAH, LAQUWWATA ILLA BILLAH” (Surat AL-Kahfi ayat 39)

Bilamana 4 syarat di atas di langgar maka laknat Allah akan turun…hasilnya kita kembali lagi seperti NOL, dikucilkan, diejek, azab Allah maha pedih.

Barang siapa yang berani bermain-main dengan air yang satu ini, maka tunggu akibatnya….

OTOMATIS JIKA KITA SUDAH MELAKSANAKAN KE 7 + 1 DIA ATAS TADI MAKA BARULAH KITA AKAN MENDAPATKAN 4 MACAM AIR SYURGA :

1. AIR BENING : MENYEJUKKAN
2. AIR SUSU : MENYEGARKAN
3. AIR MADU : MENYEHATKAN
4. AIR KASTURI : MENGHARUMKAN, TAPI TIDAK ME-MABUK-KAN.

4 macam air di atas merupakan dasar perkawinan. (Al Qur’an…cari ayat2-nya).

1. Wanita menghiasi : artinya : menyenangkan
2. Wanita sebagai selimut : artinya sebagai wadi / aurat / tameng suami.
3. Wanita untuk bercocok tanam : artinya keturunan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar